Minggu, 21 Mei 2017

SISTEM TATA SURYA

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri dari matahari, 8 buah planet, planet-planet kecil, satelit, asteroid, komet, meteor, dan berbagai benda ruang angkasa lainnya. Pusat dari tata surya adalah matahari. Anggota tata surya yang lain beredar mengelilingi matahari. Tata surya kita ini hanyalah satu dari beberapa tata surya lainnya yang berada dalam galaksi bimasakti.


Susunan Sistem Tata Surya

Tata surya dapat dipandang sebagai sebuah sistem yang secara terstruktur tersusun oleh benda-benda langit yang menjadi anggotanya. Diameter tata surya sekitar 30 tahun cahaya. Tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya selama setahun, yakni 9,46 triliun km. Silahkan kalikan nilai ini dengan 30, maka hasilnya adalah panjang diameter dari tata surya kita. Benda-benda langit tersebut terdiri dari; Matahari, planet, satelit, asteroid, meteor, komet, dan benda-benda angkasa lainnya.



Susunan Sistem Tata Surya


Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing benda langit
dalam sistem tata surya tersebut:1. Matahari 
Matahari adalah pusat tata surya, yang merupakan bintang sejati karena dapat memancarkan cahaya sendiri. Matahari menjadi anggota tata surya yang terbesar, karena hampir seluruh massa tata surya terkumpul pada matahari (98%). Matahari sebagai pusat tata surya adalah jenis bintang generasi kedua. Matahari terbentuk kira-kira 4,6 milyar tahun yang lalu berbentuk gumpalan gas yang berpijar yang terdiri dari gas, terutama gas hidrogen. Menurut para ahli astronomi, bahan pembentuk matahari ini berasal dari ledakan bintang generasi pertama. Matahari memiliki diameter sepanjang 1.392.500 km, kira-kira ukuran ini 109 kali diameter bumi dan sepuluh kali lebih besar dari planet Jupiter.

matahari tata surya
Secara umum, matahari tersusun oleh beberapa lapisan yang terdiri dari; korona, kromosfer, fotosfer, dan lapisan inti.

a. Korona

Korona adalah lapisan luar atmosfer matahari. Bentuk korona seperti mahkota dengan warna keabu-abuan dan bisa terlihat saat terjadi gerhana matahari total. Ketebalannya sekitar 700 ribu km dan suhunya mencapai 1 juta Kelvin.

b. Kromosfer

Kromosfer adalah lapisan di atas fotosfer dan bertindak sebagai atmosfer matahari. Kromosfer terlihat berbentuk gelang merah yang mengelilingi bulan pada waktu terjadi gerhana matahari total. Ketebalannya sekitar 2000 km dan suhunya mencapi 4.500 kelvin.

c. Fotosfer

Fotosfer adalah bagian permukaan matahari. Lapisan ini mengeluarkan cahaya sehingga mampu memberikan penerangan sehari-hari. Suhu pada lapisan ini mencapai 6.000 Kelvin dan memiliki ketebalan sepanjang 300 km.

d. Inti Matahari

Inti matahari adalah lapisan paling dalam dari matahari tempat berlangsungnya reaksi fusi yang menghasilkan energi bagi matahari. Meskipun volumenya hanya seperlima puluh volume seluruh matahari, tetapi massa inti ini sangat besar yakni setengah dari massa matahari seluruhnya. Bagian inti ini membangkitkan 99% energi yang dibangkitkan oleh matahari.

2. Planet

Planet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu dan bergaris tengah lebih dari 4000 km. Planet memantulkan cahaya yang diterima dari matahari. Dahulu diketahui ada 9 planet, tetapi baru-baru ini diputuskan Pluto tidak termasuk dalam keluarga planet Bimasakti yang mengelilingi matahari. Peredaran planet mengitari matahari mengikuti lintasan berbentuk bujur telur atau elips. Pusat lintasan peredaran itu adalah Matahari. Peredarannya teratur sehingga tidak mungkin terjadi benturan dan gerak planet mengelilingi matahari berlawanan dengan arah jarum jam.

susunan urutan planet tata surya

Berdasarkan letaknya, planet dibedakan menjadi dua, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang garis edarnya terletak di antara matahari dan bumi, anggotanya Merkurius dan Venus. Planet luar adalah planet yang garis edarnya di luar peredaran bumi dan terdiri dari Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Berikut ini profil dari masing-masing planet tersebut:


Merkurius

  • Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan Matahari dan memiliki diameter 4.862 km sehingga merupakan planet terkecil.
  • Jarak planet Merkurius dengan Matahari sekitar 58 juta km. Merkurius membutuhkan 88 hari untuk berputar mengelilingi Matahari satu kali.
  • Karena letaknya yang cukup dekat dengan Matahari, permukaan Merkurius banyak terdapat kawah-kawah besar.
  • Merkunus terlihat paling terang dari Bumi dan kadang-kadang menampakkan diri sebagai titik kecil saat Matahari terbenam atau fajar menyingsing.
  • Suhunya di siang hari mencapai 430°C, tetapi di malam hari mencapai -170°C.
  • Merkurius tidak memiliki satelit.

Venus

  • Venus terletak antara orbit Merkurius dan orbit Bumi, memiliki garis tengah sekitar 12.100 km dan merupakan planet terdekat dengan Bumi.
  • Ukurannya yang hampir sama dengan Bumi membuatnya disebut sebagai Bumi kebar.
  • Dengan jarak 108 juta km dari matahari, Venus membutuhkan waktu 225 hari untuk sekali berevolusi mengelilingi matahari
  • Suhu permukaan Venus dapat mencapai 480 derajat Celsius sehingga sangat kering.
  • Venus merupakan planet putih yang bercahaya terang, tampak indah dan cemerlang.
  • Planet ini tampak menjelang Matahari terbit atau beberapa saat sesudah Matahari tenggelam. Orang menamakannya bintang fajar atau bintang timur atau bintang kejora. 

Bumi

  • Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki kehidupan, serta permukaannya terdiri dari lautan dan daratan.
  • Permukaan bumi akan terlihat berwarna hijau kebiru-biruan jika dilihat dari angkasa luar. Bentuk bumi bulat dan bergaris tengah 12.750 km.
  • Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km dan 2/3 luas permukaan bumi ditutupi lautan.
  • Bumi memiliki lapisan udara atau atmosfer. Kandungan atmosfer terdiri dari gas, yaitu oksigen dan nitrogen. Jenis gas lain tidak terlalu besar volumenya.
  • Atmosfer melindungi bumi dari sinar radiasi matahari yang membahayakan benda-benda langit yang tertari oleh gaya gravitasi bumi. Lapisan atmosfer juga menjaga suhu bumi di siang hari tidak terlalu panas dan pada malam hari tidak terlalu dingin
  • Bumi memiliki satu satelit, yaitu bulan. 

Mars

  • Keadaan Mars hampir mirip dengan bumi sehingga para ahli menyelidiki apakah di mars terdapat kehidupan
  • Planet Mars berwarna kemerah-merahan dan memiliki garis tengah sekitar 6.780 km.
  • Jaraknya dengan matahari sekitar 228 juta km dan membutuhkan waktu 687 hari untuk mengelilingi matahari.
  • Permukaan Mars juga kering seperti venus
  • Mars memiliki lapisan atmosfer yang tipis.
  • Di antara Mars dan Jupiter terdapat kumpulan benda langit kecil yang disebut asteroid atau planetoid.
  • Suhu Mars tidak terlalu tinggi, pada siang hari maksimal -13 derajat celsius dan pada malam hari -80 derajat celsius.
  • Mars mempunyai dua satelit, Demos dan Fobos, dan sebuah gunung Olympus yang tinginya dua kali tinggi gunung Everest. 

Jupiter

  • Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya dan berwarna kekuning-kuningan.
  • Garis tengahnya 11 kali diameter Bumi atau sekitar 143.000 km.
  • Dengan jarak 778 juta km dari Matahari, Jupiter membutuhkan 12 tahun untuk mengelilingi matahari.
  • Atmosfer Jupiter banyak mengandung gas hidrogen dan helium
  • Karena batas permukaan Jupiter dan atmosfernya yang kurang jelas, Jupiter menyerupai bola gas yang amat besar.
  • Jumlah satelit Jupiter ada 16 dan yang terbesar adalah Ganymeda. 

Saturnus

  • Saturnus termasuk planet nomor dua terbesar dalam tata surya.
  • Saturnus dikelilingi sebuah cincin raksasa yang terdiri dari debu-debu dan partikel-partikel kecil berwarna kekuning-kuningan.
  • Memiliki garis tengah 120.000 km dan jaraknya 1.428 juta km dari Matahari.
  • Untuk berevolusi, Saturnus membutuhkan waktu 29,5 tahun.
  • Saturnus memiliki 21 satelit dan yang terbesar adalah Titan.
  • Suhu permukaan Saturnus cukup dingin, sekitar -145 derajat celsius.

Uranus

  • Uranus memiliki garis tengah sekitar 51.1118 km.
  • Jarak Uranis dengan Matahari kira-kira 2.869 juta km.
  • Uranus mengelilingi Matahari sekali edar membutuhkan waktu sekitar 84 tahun.
  • Arah rotasi Uranis berlawanan dengan planet lain.
  • Permukaan Uranus selalu diliputi awan tebal.
  • Suhu permukaan planet tersebut mencapai -180 derajat celsius.
  • Uranus memiliki lima belas buah satelit dan yang terbesar adalah Ariel.

Neptunus

  • Jika dilihat menggunakan teleskop, Neptunus tampak berwarna kehijau-hijauan.
  • Neptunus memiliki jarak dengan Matahari sekitar 4.495 juta km dan garis tengahnya 48.600 km.
  • Suhu permukaannya lebih dingin dari Uranus, yaitu sekitar -190 derajat celsius.
  • Untuk sekali berevolusi, Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun.
  • Keadaan Neptunus kurang banyak diketahui.
  • Satelit Neptunus ada dua, Triton dan Nereid.

3. Satelit

bulan satelit bumi tata surya

Satelit adalah benda langit yang mengelilingi planet ketika beredar mengelilingi matahari. Selain itu, satelit juga berputar pada sumbunya. Satelit dibagi menjadi dua jenis, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam adalah satelit yang secara alami ada di dalam sistem tata surya. Contoh: bulan yang menjadi satelit bumi. Satelit buatan adalah satelit yang dibuat manusia. Satelit buatan dilepaskan oleh roket dan mengorbit di sekitar bumi. Satelit buatan digunakan untuk berbagai kepentingan, antara lain alat komunikasi, penyiaran radio dan televisi, pemetaan bumi dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.

4. Asteroid 

asteroid tata surya

Asteroid adalah benda langit berukuran kecil yang mengelilingi matahari dengan lintasan tertentu. Para ahli meyakini bahwa asteroid merupakan sisa-sisa bahan pembentuk planet. Jumlah asteroid sangat banyak, semuanya secara teratur berkumpul membentuk sabuk asteroid. Diameter sabuk asteroid sekitar 100 km. Sabuk asteroid ini berbentuk melingkar di antara Planet Mars dan Jupiter. Sedangkan, sabuk lainnya bernama Sabuk Edgeworth-Kuiper, terletak jauh di belakang Planet Neptunus. Sabuk asteroid memerlukan waktu sekitar 3 hingga 6 tahun untuk sekali mengitari Matahari. Asteroid yang satu dengan lainnya terpisah sejauh ribuan kilometer. Meskipun terpisah jauh, terkadang asteroid-asteroid itu bertubrukan. Tubrukan tersebut menghasilkan pecahan batu yang lebih kecil atau disebut meteoroid.

5. Meteoroid, Meteor, dan Meteorit

Meteoroid, Meteor, dan Meteorit  tata surya

Salah satu benda angkasa lainnya di tata surya adalah meteoroid. Meteoroid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang melayang-layang di angkasa dan tidak mempunyai lintasan. Benda ini kadang-kadang menubruk planet termasuk planet bumi. Meteoroid yang masuk ke dalam sebuah planet disebut dengan meteor. Ketika memasuki bumi, benda ini tampak berpijar karena bergesekan dengan atmosfer. Sebagian besar meteor habis bergesekan dengan atmosfer tersebut. Adapun yang sempat sampai ke permukaan bumi disebut dengan meteorit. Meteor disebut juga bintang jatuh atau bintang beralih.

6. Komet

Dalam sistem tata surya, komet adalah benda terjauh yang mengorbit matahari. Ada sekitar sepuluh triliun komet. Mereka adalah salju debu sebesar gunung, tetapi tak bisa terlihat mata. Terkadang, salah satu komet melewati bumi dan menjadi cukup besar dan terang untuk dilihat. Komet adalah campuran kira-kira sepertiga batu berdebu dan dua pertiga es dan salu. Pada tahun 1951, Astronom Amerika, Fred Whipple, menggambarkannya sebagai “bola salju debu” dan itulah julukan komet hingga sekarang. Keadaan komet sudah seperti itu sejak terjadinya tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu. Salah satu komet yang pernah sangat dekat dengan bumi adalah komet Halley.

komet tata surya

Komet Halley dinamai sesuai nama Edmond Halley (1656-1742), yang mengetahui bahwa komet yang terlihat tahun 1531, 1607, dan 1682 adalah benda yang sama. Komet Halley terlihat di langit bumi setidaknya sudah 30 kali sejak 240 SM dan terakhir kali terlihat pada tahun 1910.





SUMBER :
http://alealessa.blogspot.co.id/2017/05/sistem-tata-surya.html

TINDAKAN MENANGGULANGI BENCANA ALAM

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan,kerugian harta benda, dan dampak psikologis serta memerlukan bantuan luardalam penanganannya.

Prinsip dasar upaya penanggulangan bencana dititik beratkan pada tahap kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi. Mengingat bahwa tindakan preventif (mencegah) lebih baik daripada kuratif (pengobatan atau penanganan). Bencana alam itu sendiri memang tidak dapat dicegah, namun dampak buruk akibat bencana dapat kita cegah dengan kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.

Berikut adalah beberapa video pencegahan dan penanggulangan bencana alam :

1. Tsunami

Pencegahan dan Penanggulangan Tsunami

   Bencana alam tsunami bisa menimbulkan korban lebih banyak dibandingkan gempa, hal ini karena tsunami terjadi setelah adanya gempa sehingga korban dan kerugiah harga benda dapat berlipat ganda. Berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban akibat bencana tsunami adalah sebagai berikut.

   A. Perlindungan Garis Pantai

   Perlindungan garis pantai dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  1. Penetapan peraturan tentang pembangunan wilayah pantai.
  2. Membangun tembok - tembok penahan dan pemecah air laut.
  3. Melestarikan hutan mangrove, menanamnya di pesisir dengan baik, dan tidak menebang sembarangan, atau tidak mengubah lahan mangrove menjadi tambak.
  4. Tidak mencemari sungai dengan limbah karena akan merusak laut.

   B. Sistem Peringatan Dini

   Sistem peringatan dini perlu dibangun untuk mendeteksi, menentukan lokasi, dan besaran potensi tsunami yang muncuk sebagai akibat gempa bumi atau getaran - getaran lainnya. Sistem ini selanjutnya memberikan informasi dan peringatan kepada pihak - pihak yang terkait dan kemudian kepada penanggung jawab di tingkat lapangan atau masyarakat yang mungkin terkena bencana. Informasi ini disebarluaskan lewat radio dan televisi.

   C. Pendidikan dan Pembelajaran

   Mempelajari dan memahami tsunami, baik penyebab, tanda - tanda, maupun sifat tsunami, dapat dilakukan dengan penyuluhan terhadap warga melalui pertemuan RT, mencari, memperoleh, dan berbagi informasi dari berbagai sumber, termasuk kisah korban tsunami, buku, media elektronik, dan lain - lain.

   D. Kemitraan

   Menjalin kemitraan dengan pihak - pihak dalam dan luar negeri yang dapat memberikan bantuan jika terjadi bencana tsunami.

   E. Pemetaan Kawasan Rawan dan Tempat Evakuasi

   Memetakan daerah yang paling rawan serta daerah yang layak untuk menjadi tempat evakuasi dan rute penyelamatan jika terjadi bencana.

FENOMENA GUNUNG BERAPI BESERTA PENJELASANNYA

Gunung Berapi secara umum didefinisikan sebagai sebuah sistem saluran fluida yang terdiri atas batuan cair bersuhu tinggi yang memiliki struktur memanjang dari kedalaman lapisan atmosfer kurang lebih 10 km hingga permukaan bumi. Gunung berapi juga memiliki kumpulan endapan material yang keluar saat terjadinya letusan. Material tersebut meliputi abu dan batuan dengan berbagai ukuran.

KONDISI GUNUNG BERAPI
Selama masa hidupnya, gunung berapi memiliki kondisi atau keadaan yang terus berubah dari waktu ke waktu, terkadang masuk kondisi tidur yang mana suatu gunung berapi namun tidak menunjukan aktivitas sama sekali selama puluhan hingga ratusan tahun. Namun di satu kondisi gunung akan kembali aktif dan meletus dengan dahsyat seperti yang terjadi pada gunung Sinabung, Sumatera Utara yang terakhir kali meletus pada tahun 1600an dan pada tahun 2010 kembali aktif serta akhirnya meletus pada tahun 2013 hingga sekarang aktivitas letusan-nya masih berlangsung. Sementara itu untuk letusan gunung berapi merupakan suatu aktivitas vulkanik yang sering disebut dengan istilah erupsi. Bisa dikatakan hampir semua aktivitas letusan gunung berapi selalu berkaitan dengan zona kegempaan aktif, hal ini terjadi akibat hubungan antar batas lempeng yang memiliki tekanan yang sangat tinggi dan bersuhu lebih dari 1000 derajat Celcius sehingga dapat melelehkan material bebatuan di sekitarnya dan menjadi Magma.
Magma terkumpul di dapur magma yang terletak dibawah gunung berapi, ketika dapur magma sudah penuh, maka magma akan terdorong keluar dari gunung berapi. Magma yang sudah keluar ini disebut dengan Lava yang memiliki suhu 700 hingga 1200 derajat Celcius. Ketika meletus, sebuah gunung berapi dapat melontarkan berbagai material hingga puluhan kilometer jauhnya, tidak hanya itu, awan panas dan gas beracun juga kerap kali menjadi ancaman serius bagi penduduk yang bertempat tinggal tak jauh dari letusan. Letusan gunung berapi  merupakan salah satu bencana alam yang banyak menimbulkan berbagai kerusakan dengan total kerugian yang besar karena menghancurkan areal pemukiman dan pertanian penduduk, belum lagi dampak lainnya seperti pencemaran udara oleh gas beracum serta memicu penyebab banjir lahar dingin yang dapat merusak infrastruktur umum.

SUSUNAN GUNUNG BERAPI

Gunung berapi terbangun atas beberapa komponen dan membentuk sebuah struktur. Masing-masing komponen memiliki bagian dan fungsi yang saling mendukung sehingga terbentuklah aktivitas dari gunung berapi tersebut. Beberapa bagian dari gunung berapi antara lain adalah sebagai berikut.
1. Struktur Kawah
Struktur kawah merupakan bagian dari gunung berapi yang memiliki bentuk morfologi negatif atau depresi. Bagian ini terbentuk diakibatkan adanya aktivitas sebuah gunung berapi. Bagian kawah ini biasanya berbentuk bundardan berada pada bagian puncak gunung.
2. Kaldera
Kaldera merupakan bagian dari gunung berapi yang memiliki bentuk menyerupai kawah. Namun. garis tengah kaldera berukuran lebih dari 2km. Kaldera sendiri tersusun dari beberapa bagian. antara lain kaldera letusan akibat letusan besaryang melemparkan sebagian besartubuh kaldera tersebut.
Gambar terkaitAda juga yang disebut dengan kaldera runtuhan. yaitu kaldera yang terbentuk karena sebagian tubuh gunung berapi runtuh akibat adanya material yang keluar dalam jumlah besar dari dapur magma. Ada juga kaldera resurgent, yaitu jenis kaldera yang terjadi karena runtuhnya sebagian gunung berapi dan proses ini berlanjut dengan runtuhnya blok di pertengahan kaldera. Kaldera erosi merupakan jenis kaldera yang timbul akibat proses erosi secara berkepanjangan di bagian dinding kawah. Hal ini kemudian menyebabkan bagian tersebut melebar sehingga terbentuklah kaldera.

FENOMENA GEMPA BUMI


JENIS-JENIS GEMPA BUMI

1.Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api )
Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

2.Gempa bumi tektonik 
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tektonik plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.Gempa bumi tektonik memang unik. Peta penyebarannya mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng tektonik. Contoh gempa tektonik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu, 27 Mei 2006 dini hari, pukul 05.54 WIB

HIDROSFER, SIKLUS HIDROLOGI DAN PENJELASANNYA

Pengertian Hidrosfer

Untuk mengenali sesuatu hal, semuanya akan dimulai dari pengertian hal tersebut. Adapun pengertian dari hidrosfer merupakan lapisan air yang ada di permukaan Bumi. Kata hidrosfer sendiri berasal dari kata “hidros” yang mempunyai arti sebagai air dan “sphere” yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan Bumi meliputi laut atau samudera, danau, sungai, salju, gletser, air tanah dan bahkan uap air yang terdapat di lapisan udara.
Tidak bisa dipungkiri bahwasannya peranan hidrosfer ini sangatlah penting. Hal ini karena manusia tidak dapat hidup tanpa adanya air. Dan tahukah Anda bahwasannya air yang ada di Bumi ini sejatinya jumlahnya adalah stabil? Ya, air seperti berubah- ubag jumlahnya atau jika kita berfikir mengapa air yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari ini tidak habis, hal ini karena air mengalami suatu siklus atau daur ulang. Sehingga perlu kita ketahui bahwasannya lapisan hidrosfer yang menyelimuti Bumi ini mengalami suatu siklus atau perputaran. Adapun siklus atau perputaran hidrosfer ini dinamakan sebagai siklus hidrologi.
Ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang khusus mempelajari tentang air yaitu:
  1. Oceanografi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air laut atau laut secara umum.
  2. Glasiologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang es, glester dan hal-hal lain yang berkaitan dengan es.
  3. Hidrologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air di permukaan bumi maupun di bawah tanah.
  4. Limnologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang danau.
  5. Patomologi, adalah ilmu pengetahuan yang  mempelajari tentnag air yang mengalir di permukaan, baik melalui saluran atau tidak.
  6. Geohidrologi, adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari keberadaan, persebaran, dan gerakan air di bawah tanah.

MACAM-MACAM ATMOSFER BUMI

Lapisan Atmosfer merupakan lapisan gas yang berada di luar bumi sejak jarak 0 sampai dengan lebih dari 800 kilo meter diatasnya. Lapisan ini juga banyak mengalami transisi di antara pembatas lapisan satu dengan lapisan lainnya. Bukan berupa batas yang kaku dan saklek, namun pembatas itu mulai pelan pelan, tipis dan lambat laun dengan ketinggian yang lebih terjadi proses kimia yang lain. Sudah banyak sekali study yang meneliti adanya lapisan atmosfer ini.
Mulai dari adanya proses ionisasi, terjadinya banyak muatan listik, adanya aurora, dan fenomena alam lainnya menggambarkan bahwa adanya kejadian alam bukan hanya di bumi. Atmosfer yang hanya kumpulan gas gas dan lapisan ini juga mampu menghasilkan fenomena yang menggiurkan. Begitu pula yang ada di luar bumi, ada lapisan yang menyelimuti. Lapisan tersebut di namakan atmosfer. Lapisan ini yang basanya di sebut dengan lapisan pelindung planet. Anda pernah mendengar kasus ‘bolongnya lapisan ozon’? nah itu juga merupakan salah satu bentuk masalah penyebab pemanasan global yang sekarang ini di khawatirkan. Adanya lubang pada lapisan ozon ini akan sangat berbahaya bagi makhluk yang tinggal di dalamnya.
Fungsi Atmosfer
Atmosfer memiliki tujuan khusus, yakni sebagai pelindung bumi sekaligus menjaga kestabilan suhu, cuaca dan kelembaban udara yang ada di dalam bumi. Atmosfer juga mampu menyeimbangkan dan menstabilkan keadaan yang di bumi dengan luar. Jadi ketika matahari yang penyinarannya berada di atas bumi, dengan bantuan atmosfer bisa membantu mengurangi cuaca panasnya matahari yang ekstrem.Selain itu atmosfer juga melindungi bumi dari benturan atau jatuhan reruntuhan benda-benda dari sistem tata surya yang bebas tanpa gravitasi di luar angkasa seperti meteor, batuan angkasa yang bebas berjalan-jalan. Akan sangat berbahaya jika lapisan ini rusak, bahkan sampai berlubang hingga hancur. Manusia dan makhluk hidup yang ada di bumi tidak akan bisa bertahan lama.
Hasil gambar untuk atmosfer

Berikut ini adalah bentuk lapisan lapisan yang menyelimuti bumi :

1. Lapisan Troposfer

Lapisan yang berada pada jarak 0 sampai dengan 12 kilo meter dari muka bumi ini merupakan lapisan yang paling dasar dan dekat dengan bumi. Maka lapisan inilah yang paling menjaga dan menstabilkan keadaan bumi. Beberapa kegunaan dari lapisan ini adalah :
  • Terjadi fenomena alam
Pada bagian lapisan yang paling dekat dengan bumi ini sangat memungkinkan terjadinya peristiwa dan fenomena alam paling dekat. Misalnya terjadi angin yang kencang yang mengakibatkan dampak akibat kerusakan hutan, hujan, halilintar, berawan. Banyak interaksi manusia terjadi pada lapisan ini. Seperti aktivitas pesawat udara.
  • Batas dengan tropopause
Setelah lapisan troposfer, terdapat lapisan penyeimbang yang menghubungkan dengan lapisan atmosfer dalam tingkat lebih tinggi. Lapisan pembatas atau tropopause ini termasuk lapisan atmosfer yang di nilai konstan. Namun pada lapisan ini, segala bentuk aktivitas udara seperti oksigen dan karbondioksida sudah tidak ada. Otomatis mahluk hidup tak akan mampu untuk tinggal lama di lapisan ini
  • Suhu lapisan yang berbeda-beda
Bentuk bumi yang bulat, namun letaknya yang mirip dengan orang ruku’ juga menyebabkan tingkat tingginya lapisan juga berbeda beda. Misalnya seperti jarak permukaan bumi dengan daerah kutub, yakni hanya setinggi kurang lebih 8 kilo meter dengan suhu kelembaban udara kurang lebih -46⁰ celcius. Lain lagi didaerah yang beriklim sedang memiliki jarak dengan troposfer sebesar 11 kilo meter dengan suhu -50⁰ celcius. Lain lagi dengan daerah yang berada di kawasan garis khayal ekuator atau khatulistiwa memiliki ketinggian sekitar 16 kilo meter dengan suhu kurang lebih -50⁰ celcius.
  • Keadaan temperature lapisan troposfer
Meski salah satu manfaat dari lapisan troposfer adalah menyeimbangkan suhu udara yang ada di luar dengan di dalam bumi, ternyata temperature di lapisan ini tidak konstan. Inilah yang menyebabkan perbedaan temperature di satu tempat dengan tempat lain berbeda beda. Jika tempat tersebut memiliki posisi yang tinggi, maka temperaturnya rendah. Begitu pula sebaliknya.
  1. Sub lapisan troposfer :
  2. Lapisan planet air yang berada di jarak 0 sampai 1 kilo meter dengan permukaan bumi
  3. Lapisan konveksi yang berada di jarak 1 sampai 8 kilo meter dengan permukaan bumi
  4. Lapisan tropopause yang berada pada ketinggian 8 sampai 12 kilo meter dari permukaan bumi

2. Lapisan Stratosfer

Lapisan yang berada di atas sub lapisan tropopause, troposfer. Jaraknya dengan lapisan permukaan bumi sekitar di atas 12 kilo meter sampai dengan 60 kilo meter. Pada bagian inilah yang terkenal dengan lapisan ozon, yang mana sedang di bicarakan di mana-mana. Kasus bolongnya ozon akibat ulah global warming memang meresahkan seluruh makhluk hidup. Beberapa karakteristik lapisan ini adalah :
  • Terletak lapisan O3 (Ozon)
Lapisan ozon yang sering di beritakan akhir-akhir ini terletak pada bagian stratosfer. Yakni berada pada jarak 35 kilo meter dari permukaan bumi. Dari lapisan inilah di mulai terjadinya perbedaan temperature dan tekanan. Lapisan ini di nilai sangat penting, sebab mampu menjaga dan melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar ultraviolet.
Seperti pada kasus yang ada pada akhir akhir ini sebagai  bentuk akibat dari global warming, bahwa lapisan ozon di khawatirkan bolong. Sinar ultraviolet yang masuk melalui celah tersebut, mampu meningkatkan resiko kanker kulit serta penyakit berbahaya lain.
  • Terdapat stratopause
Sama seperti lapisan sebelumnya, antara lapisan stratosfer dengan mesosfer juga terdapat lapisan pembatas. Lapisan tersebut memiliki temperature yang relative konstan dari lapisan sebelumnya. Di sebut dengan lapisan stratopause. Suhu dan ketinggian pada lapisan atmosfer ini berkisar kurang lebih 50 kilo meter di atas permukaan bumi dan 5⁰ celcius.
  • Sub lapisan stratosfer 
  1. Lapisan isotherm
  2. Lapisan panas
  3. Lapisan campuran teratas

3. Lapisan Mesosfer

Lapisan atmosfer yang berada tepat di atas lapisan stratosfer. Di sebut sebagai lapisan mesosfer yang berada pada ketinggian 60 sampai dengan 80 kilo meter di atas permukaan bumi. Berikut ini adalah karakteristiknya :
  • Pelindung bumi
Manfaat utama dari lapisan ini adalah pelindung dan penyelamat bumi dari jatuhnya benda benda langit seperti meteor. Caranya lapisan ini melindungi bumi adalah dengan membakar benda langit tersebut saat masuk ke lapisan mesosfer. Kemudian benda langit tersebut hangus dan menjadi abu sebelum sampai di permukaan bumi.
  • Cuaca dan temperature
Di nilai cukup ekstrim keadaan suhu dan cuacanya, yakni berkisar antara -50⁰ celcius sampai dengan 70⁰ celcius.
  • Terdapat lapisan mesopause
Bagian mesosfer yang berbatasan langsung dengan termosfer adalah lapisan mesopause.

4. Lapisan Termosfer

Setelah adanya lapisan mesosfer, terdapat lapisan yang lebih jauh dari mesosfer. Lapisan tersebut di kenal dengan nama termosfer. Letaknya sekitar 80 kilo meter sampai dengan 100 kilo meter dari permukaan bumi.
Anda pernah melihat aurora? Nah dari sinilah aurora yang indah tersebut terbentuk. Dari lapisan atmosfer bagian termosfer. Berikut adalah karakteristiknya :
  • Kemunculan aurora
Pada lapisan ini terkenal dengan adanya proses ionisasi pada atom atom serta molekulnya. Hal ini menyebabkan terjadinya berbagai reaksi yang menyebabkan penambahan dan pengurangan jumlah electron yang menghasilkan cahaya berwarna warni di angkasa seperti proses terjadinya pelangi yang memberikan warna-warna yang indah. Cahaya tersebut akan sangat nampak di daerah kutub utara dan selatan, yang di kenal dengan nama aurora.
  • Keadaan suhu dan temperature
Kondisi suhu dan temperature pada lapisan ini berkisar antara 40⁰ celcius sampai dengan 1.232⁰ celcius

5. Lapisan Ionosfer

Kemudian setelah keberadaan ionosfer, terdapat lapisan yang berjarak dari permukaan bumi sekitar 100 kilo meter sampai dengan 800 kilo meter. Pada lapisan inilah semua atom dan molrkul udara yang ada mengalami proses ionissasi. Itulah mengapa lapisan ini di sebut dengan lapisan ionosfer. Berikut adalah karakteristiknya :
  • Bermuatan listrik
Lapisan ionosfer terjadi banyak sekali proses ionisasi. Hal ini menyebabkan lapisan ini bermuatan listrik akibat adanya proses dan kegiatan ionisasi.
  • Adanya pemantulan Gelombang radio
Pada lapisan ionosfer terjadi proses pemantulan gelombang radio yang berasal dari bumi. Gelombang tersebut berisi antara lain gelombang panjang dan gelombang pendek yang berada di sub lapisan Kennelly dan Appleton. Berkisar dari permukaan bumi sekitar 100 kilo meter sampai dengan 400 kilo meter.
  • Sub bagian lapisan ionosfer :
  1. Lapisan Kennelly Heavyside atau di kenal dengan lapisan E yang berada pada ketinggian 100 kilo meter sampai dengan 200 kilo meter dari permukaan bumi
  2. Lapisan Appleton atau biasa di kenal dengan lapisan F yang berada pada jarak 200 kilo meter sampai dengan 400 kilo meter dari permukaan bumi
  3. Lapisan Atom yang berada pada jarak 400 kilo meter sampai dengan 800 kilo meter.

6. Lapisan Eksosfer

Inilah pelindung atau lapisan atmosfer terakhir yang menyelimuti bumi.  Lapisan eksosfer, menjadi lapisan atmosfer paling jauh dari bumi yang memiliki rentang jarak antara lain 800 kilo meter sampai dengan 3.260 kilo meter. Di lapisan inilah mulai terjadi banyak interaksi dan hubungan antara gas-gas yang ada di dunia luar bumi, serta gas-gas yang membentuk atmosfer bumi. Karena jaraknya yang teramat jauh dari permukaan bumi, maka kekuatan gaya gravitasi bumi juga rendah.

Penjelasan diatas merupakan penjelasan mengenai lapisan-lapisan atmosfer. Dan selain lapisan-lapisan atmosfer, terdapat beberapa kandungan gas di lapisan atmosfer.
Berikut adalah penjelasannya :

Kandungan Gas Atmosfer

Pada lapisan atmosfer bumi, bumi memiliki gas dengan kandungan gas yang terkandung di lapisan atmosfer. Kandungan gas di bumi ini yang akan membantu melindungi lapisan atmosfer.
Berikut adalah penjelasan mengenai kandungan gas di bumi :
1. Kandungan Gas
Bumi yang sekarang ini di tempati memiliki kandungan gas, antara lain :
  • Gas nitrogen dengan kadar 78,17 %
  • Gas oksigen (O2) sebesar 20,97 %
  • Gas argon sebesar 0,9 %
  • Gas karbon dioksida (CO2) sebanyak 0.0357 %
  • Uap air dan beberapa gas pendukung lainnya yang memiliki kadar lebih rendah.
2. Komposisi penyusunan atmosfer
Sebenarnya apa sajakah gas gas yang menyusun atmosfer? Bagaimana bisa ia bekerja dengan baik dalam menjaga bumi kita ini? Berikut adalah komposisi yang di butuhkan untuk menyusun sebuah atmosfer bumi :
  • Nitrogen (gas yang paling banyak berada di bumi)
  • Oksigen (gas yang paling di butuhkan oleh manusia)
  • Argon (gas yang banyak di gunakan sebagai pengisi lampu)
  • Air (komponen yang paling banyak di bumi)
  • Ozon (lapisan yang melindungi makhluk hidup dari bahaya radiasi sinar ultraviolet)
  • Karbon doksida (gas yang paling di butuhkan oleh tumbuhan)

Penyelidikan atmosfer memiliki beberapa kegunaan antara lain:
  1. Untuk mengadakan perkiraan cuaca jangka panjang atupun jangka pendek.
  2. Untuk menyelidiki kemungkinan-kemungkinan diadakannya hujan buatan.
  3. Untuk mengetahui sebab-sebab gangguan radio, televisi, dan bagaimana cara untuk memperbaiki hubungan melalui udara.
  4. Untuk mengetahui syarat-syarat hidup di lapisan udara bagian atas.

Simak video berikut!


SUMBER :

STRUKTUR LAPISAN BUMI

Bumi tempat kita tinggal saat ini merupakan salah satu anggota tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km. Bumi berbentuk bulat pepat dengan jari-jari ± 6.370 km. Bumi merupakan planet dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari.Bumi diperkirakan telah terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu, dan merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan lautan. Jika bumi diiris maka akan tampak lapisan-lapisan seperti pada gambar di bawah ini :


Gambar 2.1 Struktur lapisan bumi

Lapisan bumi dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Kerak bumi (crush)
Kerak bumi atau Crush merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan dan masam. Lapisan menjadi tempat tinggal bagi seluruh makhluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.100 derajat Celcius. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalamn 100 km dinamakan litosfer. Kerak dean mantel dibatasi oleh Mohorovivic Discontinuity. Susunan kerak bumi yaitu terdiri dari feldsfar dan mineral silikat. Lapisan bagian atas kerak bumi yang berada di daerah daratan, biasanya dilapisi oleh tanah. Tanah, yang terdiri atas kandingan partikel batuan yang telah ditimpa cuaca, dan juga mengandung banyak zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup pada zaman purba.Tanah bisa mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.