Jumat, 28 Juli 2017

RUMAH MINIMALIS TYPE 21


RUMAH TYPE 21



Tipe rumah 21 merupakan model rumah yang dibangun diatas lahan dengan total luas bangunan saja mencapai 21 m², contohnya rumah berukuran 6m x 3,5m. Ukuran lahan pada rumah tipe ini biasa dipadukan bersama lahan seluas 6m x 10m = 60 m² atau 6m x 12m = 72 m². Dari sinilah muncul tipe rumah 21/60 atau 21/72. Bangunan rumah tipe ini biasanya terdiri dari 1 ruang tamu (dapur) , 1 ruang tidur, dan 1 kamar mandi, jadi ukuran rumah menjadi sangat minimalis / rumah mungil.


Contoh rumah tipe 21 : 


Jumat, 21 Juli 2017

Rumah Rakit dan Rumah Limas


Rumah Adat Bangka Belitung Rumah Rakitwww.fotopalembang.com
Rumah rakit merupakan rumah adat yang berasal dari Bangka Belitung. Rumah rakit ini juga sangat populer di Kota Palembang.
Ciri khas rumah rakit ini adalah dibangun diatas sungai dan mirip seperti rakit. Dibangun diatas sungai karena dahulu sungai dianggap sebagai sumber mata pencaharian dan sumber makanan bagi masyarakat.

Sumber :
http://daschabrln.blogspot.co.id/2017/07/rumah-rakit-dan-rumah-limas.html

DESKRIPSI RUMAH ADAT BALI

Gapura Candi Bentar

Gapura Candi Bentar

Rumah adat Bali identik dengan sebutan Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar terdiri dari dua bangunan candi yang memiliki bentuk identik dan diletakkan sejajar sebagai gerbang utama untuk masuk menuju halaman area rumah atau pintu gerbang terluar, biasanya merupakan pintu masuk utama suatu Pura atau tempat ibadah umat Hindu di Bali. Walaupun memiliki bentuk yang identik dengan posisi yang sejajar, gapura ini diletakkan terpisah satu dengan lainnya tanpa penutup pada bagian atap persis seperti satu bagian menghadap cermin dan membuat bangunan menjadi identik. Meskipun tidak memiliki atap, namun gapura ini masih terhubung satu sama lain dengan adanya pagar besi dan sejumlah anak tangga pada bagian bawah. Selain candi, di sekitar gapura biasanya terdapat berbagai patung sebagai lambang dari adat budaya Bali. Bangunan ini juga memiliki julukan gerbang terbelah, karena bentuk bangunannya seolah menggambarkan satu bangunan candi yang dibelah menjadi dua. 
Rumah adat bali gapura candi bentar

DESKRIPSI RUMAH ADAT BOLON DAN DESAIN


SPORTOURISM - Rumah Bolon atau yang sering disebut Rumah Gargo merupakan rumah adat dari suku Batak yang ada di Indonesia. Rumah ini berasal dari daerah Sumatera Utara dan menjadi simbol dari identitas masyarakat Batak yang tinggal disana.

Rumah ini memiliki beberapa jenis yaitu Rumah Bolon Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Angkola. Setiap rumah mempunyai ciri khas masing-masing. Namun seiring dengan perkembangan zaman, jumlah rumah ini tidak terlalu banyak, sehingga beberapa jenis rumah Bolon bahkan sulit ditemukan. Konon, dulunya rumah ini ditempati oleh 13 raja dari Sumatera Utara.

Rumah ini memiliki bentuk berupa bangunan empat persegi panjang yang ditempati oleh 5 sampai 6 keluarga dan dihiasi ukiran khas Batak seperti ornamen yang mengandung unsur mistis penolak bala yang disebut Gorga. Biasanya ukiran ini ditempatkan di dinding rumah bagian luar, lebih tepatnya di atas pintu berupa lukisan berwarna merah, hitam, dan putih.

Lukisan tersebut biasanya berupa hewan seperti cicak, ular ataupun juga kerbau. Gorga yang dilukis dengan hewan cicak, memiliki arti bahwa orang Batak mampu bertahan hidup dimanapun ia berada, walaupun sedang merantau ke daerah yang sangat jauh. Hal ini dikarenakan orang Batak mempunyai rasa persaudaraan yang sangat kuat dan tidak terputus antara sesama sukunya meski berada di tempat atau di daerah lain.
Hasil gambar untuk RUMAH ADAT BALON

DESKRIPSI RUMAH ADAT HONAI

Indonesia adalah negara dengan banyak suku. Hasilnya adalah Indonesia memiliki banyak rumah tradisional, bahasa, pakaian dan banyak lagi. Rumah adat suku dani di papua disebut Honai. Berbagi informasi tentang rumah adat yang disebut Honai Papua.
Papua merupakan istilah umum untuk berbagai masyarakat adat dari New Guinea dan pulau-pulau tetangga, penutur bahasa Papua. Mereka sering dibedakan etnis dan bahasa Austronesia dari, speaker dari rumpun bahasa diperkenalkan ke New Guinea sekitar tiga ribu tahun yang lalu.

Dalam sebuah studi 2005 dari ASPM varian gen, Mekel-Bobrov et al. menemukan bahwa orang-orang Papua memiliki salah satu tingkat tertinggi yang baru berkembang ASPM haplogroup D, di 59,4% terjadinya alel sekitar 6.000 tahun. [1] Meskipun belum diketahui persis apa keuntungan selektif disediakan oleh gen ini varian, D alel haplogroup diduga dipilih positif pada populasi dan untuk memberikan beberapa keuntungan substansial yang menyebabkan frekuensi meningkat dengan cepat.

DESKRIPSI RUMAH GADANG DAN DESAIN

Rumah Gadang adalah sebutan untuk rumah adat Minangkabau. Rumah ini memiliki keunikan bentuk arsitektur yaitu dengan atap yang menyerupai tanduk kerbau dibuat dari bahan ijuk. Dihalaman depan Rumah Gadang biasanya selalu terdapat dua buah bangunan yang disebut Rangkiang. Rangkiang, digunakan untuk menyimpan padi.
Pada masing-masing sayap kanan dan kiri Rumah Gadang, terdapat ruang anjuang (anjung) sebagai tempat pengantin bersanding atau tempat penobatan kepala adat. Rumah Gadang dinamakan pula sebagai “Rumah Ba anjuang”..
Anjuangan pada keselarasan Bodi-Chaniago , tidak memakai tongkat penyangga di bawahnya, sedangkan untuk golongan kesalarasan Koto-Piliang memakai tongkat penyangga. Hal ini sesuai filosofi yang dianut kedua keselarasan (Lareh) – asal kelahiran suku- suku di Minangkabau. Pada keselarasan Koto Piliang, prinsip pemerintahan yang hirarkies menggunakan anjuang yang memakai tongkat penyangga, sedangkan keselarasan Bodi Caniago, anjuangan seolah-olah mengapung di udara.
1. Arsitektur :
Bentuk dasarnya, rumah gadang itu persegi empat yang tidak simetris yang mengembang ke atas. Atapnya melengkung tajam seperti bentuk tanduk kerbau, sedangkan lengkung badan rumah Iandai seperti badan kapal. Bentuk badan rumah gadang yang segi empat yang membesar ke atas (trapesium terbalik) sisinya melengkung kedalam atau rendah di bagian tengah, secara estetika merupakan komposisi yang dinamis. Jika dilihat pula dari sebelah sisi bangunan (penampang), maka segi empat yang membesar ke atas ditutup oleh bentuk segi tiga yang juga sisi segi tiga itu melengkung ke arah dalam, semuanya membentuk suatu keseimbangan estetika yang sesuai dengan ajaran hidup mereka.
Jika dilihat dan segi fungsinya, garis-garis rumah gadang menunjukkan penyesuaian dengan alam tropis. Atapnya yang lancip berguna untuk membebaskan endapan air pada ijuk yang berlapis-lapis itu, sehingga air hujan yang betapa pun sifat curahannya akan meluncur cepat pada atapnya. Bangun rumah yang membesar ke atas, yang mereka sebut silek, membebaskannya dan terpaan tampias. Kolongnya yang tinggi memberikan hawa yang segar, terutama pada musim panas. Di samping itu rumah gadang dibangun berjajaran menurut arah mata angin dari utara ke selatan guna membebaskannya dari panas matahari serta terpaan angin. Jika dilihat secara keseluruhan, arsitektur rumah gadang itu dibangun menurut syarat-syarat estetika dan fungsi yang sesuai dengan kodrat atau yang mengandung nilai-nilai kesatuan, kelarasan, keseimbangan, dan kesetangkupan dalam keutuhannya yang padu.

DESKRIPSI RUMAH ADAT KRONG BADE

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rumah Krong Bade adalah rumah adat dari Nanggroe Aceh Darussalam. Rumah Krong Bade seperti rumah panggung dengan tinggi sekitar 2,5 - 3 m dari permukaan tanah sehingga untuk keluar masuk rumah ini menggunakan tangga. Tangga ini terdapat didepan rumah.
Rumah Krong Bade berbentuk persegi panjang dan memanjang dari timur ke barat, dinding rumah terbuat dari kayu yang dihiasi dengan lukisan dan atapnya terbuat dari daun  rumbia.
Rumah Aceh (www.tradisikita.my.id)Ukiran pada dinding rumah ini  tidak sama satu dengan yang lainnnya bergantung dari kemampuan ekonomi pemilik rumah.
Pembagian ruangan dalam Rumah Krong Bade terdiri dari 4 bagian yaitu bagian bawah, bagian depan, bagian tengah, dan bagian belakang. Setiap ruang memiliki fungsi masing-masing.
Ruang Bawah
Bagian bawah Rumah Krong Bade digunakan untuk menyimpan barang-barang pemilik rumah seperti padi atau hasil panen lainnya.

Dapat dikatakan bahwa ruang bawah berfungsi sebagai gudang. Ruang bawah juga dipakai untuk menaruh alat penumbuk padi. Selain itu, ruang bawah juga pusat aktivitas bagi kaum perempuan yaitu membuat kain khas Aceh dan sebagai tempat menjual kain tersebut.
Ruang Depan
Ruang depan berfungsi sebagai ruang santai. Ruangan ini bisa dipakai untuk beristirahat bagi anggota keluarga dan juga bagi kegiatan yang sifatnya santai seperti anak-anak belajar. Ruang depan juga bisa dipakai untuk menerima tamu. Ruang depan tidak memiliki kamar.

Ruang Tengah
Ruang tengah atau biasa disebut sebagai seuramoe teungoh adalah ruangan inti dari Rumah Krong Bade dan karena itu, ruangan ini juga dikenal sebagai rumah inong. Berbeda dengan ruang depan, ruang tengah memiliki beberapa kamar di sisi kiri dan sisi kanan. Ruang tengah mempunyai letak lebih tinggi daripada ruang depan. Ruang tengah tidak boleh dimasuki oleh tamu karena ruangan ini hanya khusus untuk anggota keluarga. Anggota keluarga pun tidak semua bisa masuk ke ruang tengah. Umumnya, ruang tengah ini dipakai sebagai ruang tidur kepala keluarga. Pada acara-acara khusus keluarga seperti  pernikahan, ruang tengah dipakai sebagai ruang tidur pengantin. Ruang tengah juga dipakai pada acara kematian sebagai ruang pemandian mayat.

Ruang Belakang
Ruang belakang atau yang biasa disebut sebagai seurameo likot adalah ruang santai untuk keluarga. Ruangan ini letaknya lebih rendah daripada ruang tengah dan berfungsi sebagai dapur serta tempat keluarga bercengkramah. Ruang belakang sama seperti ruang depan yang tidak memiliki kamar.

Rumah Krong Bade ini merupakan identitas dari masyarakat Aceh. Penggunaan bahan materi bangunan yang diambil dari alam mempunyai makna bahwa masyarakat Aceh mempunyai kehidupan yang dekat dengan alam.
Masyarakat Aceh bahkan tidak menggunakan paku dalam membuat rumah Krong Bade. Mereka menggunakan tali untuk mengikat satu bahan bangunan dengan bahan bangunan yang lain. Ukiran-ukiran pada rumah Krong Bade pun mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Aceh. Hal ini berhubungan dengan status sosial seseorang dalam masyarakat Aceh. Banyaknya ukiran pada rumah Krong Bade yang dimiliki seseorang menentukan kemampuan ekonomi dari orang tersebut.

SUMBER :
http://www.netralnews.com/news/wisata/read/16438/menyusuri.rumah.adat.krong.bade.aceh